Wednesday, August 11, 2010

Niat Puasa


Lafaz niat puasa harian Ramadhan


nawaitu souma godhin ‘an adaa i, fardhi syahri ramadhaana haadzihis
sanati lillahi ta’aalaa


Lafaz niat puasa untuk sebulan

sahaja aku berpuasa sebulan pada bulan Ramadan bagi tahun ini
kerana Allah Taala



Doa berbuka puasa

allahumma laka somtu wa bika aamantu wa ‘alaa rizqika afthartu
birahmatika ya arhamarrohimin



Friday, August 6, 2010

Marhaban Ya Ramadhan




Begitulah Ramadhan berkunjung lagi
Pada keriuhan kita dengan kehidupan dini
Ramadhan menyapa kita penuh bersahaja,
Serta mengingatkan kita,
Sudah tiba masanya untuk kita bermusafir bersamanya.

Namun adakah benar kita memaknainya?
atau menganggapnya seperti satu perjalanan biasa sahaja?

Begitulah kita.
Berbeza dengan mereka
Mereka para sahabat Rasul tercinta
Mereka menyambut ramadhan dengan air mata
RIntihan taubat dan serta kemerduan alunan Al-quran

Sedangkan kita menyambut Ramadhan
dengan pelbagai menu dan resepi baru juadah berbuka

Mereka menyambut ramadhan dengan ketaatan,
Serta lamanya berdiri di atas sejadah
Kita menyambut ramadhan
dengan pembaziran menggila
serta lapar dan dahaga.

Bezanya kita dengan mereka
Mereka ternanti-nantikan kedatangan bulan ini
Untuk menyedut rahmahNya
menyedut maghfirahNya
Serta menyedut perlepasan dari api nerakaNya

Sedangkan kita
menantinya dengan keperitan.
‘Ah, sebulan kene berlapar dan dahaga!’
Tapi takpe pada kita: raya akan kunjung tiba!
Boleh peragakan baju dan langsir baru
Serta handbag dan kasut baru

Alangkah bezanya kita dan mereka!
Pemergian ramadhan bagi mereka ditangisi air mata
Pemergian ramadhan bagi kita diiringi sorak ria
serta juadah raya

Masjid nabawi dan Baitul Haram pasti dipenuhi barisan safff manusia
di sepertiga akhir ramadhan

Pesta ibadahnya meriah
dengan tarawikh dan tahajud
serta tilawah Alquran

Lailatul Qadr dicari-cari pada malam ganjil
Sehinggalah para sahabat bertemu dengannya
merasai kenikmatan seribu bulan itu.

Sedangkan masjid kita suram belaka,
Semu dari ibadah, solat mahupun al-Quran.
seolah-olah kita lupa akan sebuah hakikat.

Apakah ada ramadhan buat kita?

Muharikah

source from Muharikah


chip*chip; Salam minna!! Sya'aban nampaknya semakin berundur dan Ramadhan bakal menjelma tiba..seronok tak? seronok kan? Bulan puasa, bulan yang dinanti-nantikan oleh seluruh umat Islam. Namun, antara seronok menyambut Ramadhan dan menyambut Eidul-fitr, mana satu yang paling best? hee, bagi budak-budak mesti pilih Hari Raya, sebab apa? sebab dapat duit raya la! Tapi bagi individu seperti diri ini juga tidak terkecuali masih menaruh harapan untuk dapat duit raya gak hehe~ Apa yang pasti, moga Ramadhan kali ini bisa bagi seribu makna/erti dalam kehidupan kita. Harapnya apa yang dipraktikkan dalam bulan Ramadhan nanti akan kekal dan terus lebih meningnkat amalan-amalan yang disukai dan diredhai Allah S.W.T..Ayuh sama-sama kejar Lailatul Qadar!!! Dengan penuh harapan agar kte semua dapat menghayati dan merasai keberkatan dan kemeriahan Ramadhan nanti..semoga dipanjangkan umur untuk bertemu dan merasai bulan yang dinanti-nanti..yelah kan, kte mane tahu sempat ke tak nk jumpa Ramadhan walaupun hanya beberapa hari je lagi..


Sunday, July 25, 2010

Bukan sebab diriku membencimu







Cinta oh cinta...

Ada kekasih yang membuktikan cinta dengan jutaan kalimat pujian dsn rayuan

Ada pula dengan sikap nan penuh kasih

Tak sedikit dengan pengorbanan yang meluluh lantakkan harga diri

Ada pula dengan menguras tenaga dan materi....

Namun bagiku..
aku mencintaimu dengan menundukkan wajahku darimu
bukan kerana ku ingin berpaling darimu
tapi kernaku ingin menjaga pandanganmu dari panah-panah iblis....

Ku mencintaimu dengan menjauh darimu bukan kerna ku membencimu
namun kerna ku ingin menjaga mu dari khalwat yang menjebak...

Ku mencintaimu dengan menjaga dirimu dan diriku..
Menjaga kesucianmu dan kesucianku..
Menjaga kehormatanmu dan kehormatanku..
Menjaga kebeningan hatimu dan hatiku..

Cinta.. Tak mengapa saat ini kita jauh,
kerana kelak Allah yang akan menyatukan kita dalam ikatan yang suci..
Karena itu jauh lebih bererti..jauh lebih abadi

Karena ku yakin,
Janji Allah adalah pasti,
wanita yang baik hanya untuk laki-laki yang baik..

Seperti inilah ku mencintaimu
Dengan menjaga kesucian diri, jiwa dan hatiku
Hanya untukku persembahkan padamu kelak..

Oleh kerna itu cinta..
Jaga kesucian cintamu juga hanya untukku...

Rabb jagalah hatiku dan hatinya dari terus terleka
dengan fantasi fana yang membawa kami jauh dari rahmat dan redhaMu







Destinasi Cinta

Menyingkap tirai hati
Mengintai keampunan
Di halaman subur rahmat-Mu, Tuhan
Tiap jejak nan bertapak
Debu kejahilan
Akan ku jirus dengan madu keimanan

Tak ternilai airmata dengan permata
Yang bisa memadamkan api neraka
Andai benar mengalir dari nasuha nurani
Tak kan berpaling pada palsu duniawi

Destinasi cinta yang ku cari
Sebenarnya terlalu hampir
Hanya kabur kerana dosa di dalam hati
Telah ku redah daerah cinta
Yang lahir dari wadah yang alpa
Tiada tenang ku temui
Hanya kecewa menyelubungi


Ku gelintar segenap maya
Dambakan sebutir hakikat
Untuk ku semai menjadi sepohon makrifat
Moga dapat ku berteduh di rendang kasih-Mu

Namun ranjaunya tidak akan sunyi
Selagi denyut nadi belum berhenti
Durjana syaitan kan cuba menodai
Segumpal darah bernama hati
(Destinasi cinta Ilahi)

Lestarikan wadi kalbuku, oh Tuhanku
Leraikan aku dari pautan nafsu
Biarpun sukar bagiku melamar redha-Mu
Namun masihku mengharap ampunan-Mu
Wahai Tuhanku? Ya Allah?


Bila Jatuh Cinta





Akhwat Jatuh Cinta??

Tak ada yang aneh, mereka juga adalah manusia...
Bukankah cinta adalah fitrah manusia???
Tak pantaskah akhwat jatuh cinta???
Mereka juga punya hati dan rasa...

Tapi tahukah kalian betapa berbedanya mereka saat cinta seorang lelaki menyapa hatinya???
Tak ada senyum bahagia, tak ada rona malu di wajah, tak ada buncah suka di dada...

Namun sebaliknya...

Ketika Akhwat Jatuh Cinta...

Yang mereka rasakan adalah penyesalan yang amat sangat, atas sebuah hijab yang tersingkap...

Ketika lelaki yang tak halal baginya, bergelayut dalam alam fikirannya, yang mereka rasakan adalah ketakutan yang begitu besar akan cinta yang tak suci lagi...

Ketika rasa rindu mulai merekah di hatinya, yang mereka rasakan adalah kesedihan yang tak terperih akan sebuahr asa yang tak semestinya…

Tak ada senyum bahagia, tak ada rona malu…
Yang ada adalah malam-malam yang dipenuhi air mata penyesalan atas cinta-Nya yang ternodai…
Yang ada adalah kegelisahan, karena rasa yang salah arah…
Yang ada adalah penderitaan akan hati yang mulai sakit…

Ketika Akhwat Jatuh Cinta…

Bukan harapan untuk bertemu yang mereka nantikan, tapi yang ada adalah rasa ingin menghindar dan menjauh dari orang tersebut…

Tak ada kata-kata cinta dan rayuan…

Yang ada adalah kekhawatiran yang amat sangat, akan hati yang mulai merindukan lelaki yang belum halal atau bahkan tak akan pernah halal baginya…

Ketika mereka jatuh cinta, maka perhatikanlah,
kegelisahan di hatinya yang tak mampu lagi memberikan ketenangan di wajahnya yang dulu teduh…

Mereka akan terus berusaha mematikan rasa itu bagaimanapun caranya…
Bahkan kendati dia harus menghilang, maka itu pun akan mereka lakukan...

Alangkah kasihannya jika akhwat jatuh cinta…
Karena yang ada adalah penderitaan…

< Tapi ukhti…
Bersabarlah…
Jadikan ini ujian dari Rabbmu…

Matikan rasa itu secepatnya…
Pasang tembok pembatas antara kau dan dia…
Pasang duri dalam hatimu, agar rasa itu tak tumbuh bersemai…
Cuci dengan air mata penyesalan akan hijab yang sempat tersingkap...


Putar balik kemudi hatimu, agar rasa itu tetap terarah hanya padaNya…

Pupuskan rasa rindu padanya dan kembalikan dalam hatimu rasa rindu akan cinta Rabbmu…

Ukhti… Jangan khawatir kau akan kehilangan cintanya…

Karena bila memang kalian ditakdirkan bersama, maka tak akan ada yang dapat mencegah kalian bersatu…

Tapi ketahuilah, bagaimana pun usaha kalian untuk bersatu, jika Allah tak menghendakinya, maka tak akan pernah kalian bersatu…

Ukhti… Bersabarlah… Biarkan Allah yang mengaturnya...
Maka yakinlah... Semuanya akan baik-baik saja…

Semua Akan Indah Pada Waktunya…

By: Ummu Sa'ad 'Aztriana'

buat ukhti fillah, doa manis ini pedoman kalian;

Ya Allah…kurniakanlah kami pasangan yang soleh…
yang menjaga dirinya…
yang menjaga hatinya hanya untuk yang halal baginya…
yang sentiasa memperbaiki dirinya…
yang sentiasa berusaha mengikuti sunnah Rasulullah…
yang baik akhlaknya…
yang menerima kami apa adanya…
yang akan membawa kami menuju Jannah Mu Ya Rabb…

kabulkan ya Allah…
kerana hati kami teramat lemah…

oh Allah,
kami mohon ampun
atas dosa selama ini

dosa-dosa kami..
andai tak menjalankan perintahMu
andai tak pedulikan NamaMu
andai tenggelam melupakan diriMu

oh Allah,
sempatkanlah kami untuk bertaubat
untuk hidup di jalanMu
untuk penuhi keewajipanku
sebelum tutup usia ini..
sebelum kami kembali kepadaMu..

ameen ya rabb :)




Jazakallah khair ukhti Dr Nur Farah Aisyah atas kesudian berkogsi article-article yang meniupkan hati dengan angin-angin yang membangkitkan semangat mengejar cinta Ilahi yang tidak menyakiti malah Cinta Allah itulah yang mendatangkan segala cinta yang Dia ciptakan ^^
So, sahabat yangku sayangi sekalian better kita bersayang-sayang, berkasih-kasih dengan sahabat sama jantina dulu tapi bukan mengajak kamu sekalian tuk berlaku sumbang pulak cam lesbian ke pankid ke entah apa lagi yang diada-adakan oleh manusia yang berlandaskan nafsu, nauzubillah, jangan salah faham ye. Semoga dapat manfaat bersama,

Saturday, July 24, 2010

Redha Allah vs Redha Manusia



Assalamualaikum wbt..
Semasa usrah tadi, saya begitu tertarik dengan perkongsian sahabat kita mengenai tokoh wanita yang beliau sangat kagumi, iaitu Mother Theresa.
Antara sebab mengapa beliau mengagumi Mother Theresa ini adalah disebabkan simplicity beliau dan sifat beliau yang sangat penyayang. Antara quote beliau yang begitu menyentuh hati saya adalah “No matter who says what, you should accept it with a smile and do your own work.” Hal ini berkaitan dengan pendirian tegas beliau yang menentang aktiviti pengguguran anak dalam kandungan dan kes penceraian. Beliau tidak mudah terkesan dengan tohmahan dan cercaan masyarakat yang mencemuh beliau kerana kerja-kerja kebajikannya. Menjadi norma bagi segelintir masyarakat yang tidak betah duduk kerana ada pihak-pihak yang berusaha melakukan kebaikan. Ada sahaja yang akan dilakukan bagi mematahkan semangat sahabat-sahabat yang berjuang untuk mengajak kepada kebaikan dan meninggalkan kemungkaran. Sindiran yang terang-terangan ditujukan kepada sahabat-sahabat kita ini kadang-kadang boleh menggugat kekuatan sahabat-sahabat kita untuk terus berjuang (mungkin saya sahaja yang rasa sebegini). Tapi apa yang kita cari sebenarnya? Redha Allah atau redha manusia?

Haa.. itulah sebenarnya yang saya nak kupas kali ini. Saje je nak start dengan quote Mother Theresa sebab saya rasa perkongsian ilmu itu sangat digalakkan. Walaupun beliau bukan Muslim, tidak bermakna apa yang beliau katakan itu salah. Mungkin kita boleh mencontohi beliau dan berazam untuk menjadi seorang yang lebih baik dari beliau. Berbalik kepada soal mencari keredhaan.. Mana yang kita nak cari sebenarnya? Redha Allah atau redha manusia? Saya bagi contoh la (bukan untuk mengaibkan ye) .. Ada seorang hamba Allah ni, kelas bermula jam 9 pagi, solat Subuh pukul 6 pagi tak bangun , tak buat pun. Tapi bila jam 8.40 pagi, kelam-kabut bangun mandi dan terus pergi kelas. Tak pelik ke? Kelas boleh pergi, tapi solat yang terang-terangan disebut dalam Al-Quran tentang kewajipan melaksanakannya tu boleh pula dipandang sebelah mata. Nak cari redha lecturer (keberkatan katanya..) tapi redha Allah terhadap kita dalam menunaikan kewajipan sebagai hambanya bagaimana? Suka untuk saya kongsikan puisi yang ditulis oleh Mother Theresa, tajuknya Anyway.


Saya bagi contoh la (bukan untuk mengaibkan ye) .. Ada seorang hamba Allah ni, kelas bermula jam 9 pagi, solat Subuh pukul 6 pagi tak bangun , tak buat pun. Tapi bila jam 8.40 pagi, kelam-kabut bangun mandi dan terus pergi kelas. Tak pelik ke? Kelas boleh pergi, tapi solat yang terang-terangan disebut dalam Al-Quran tentang kewajipan melaksanakannya tu boleh pula dipandang sebelah mata



People are often unreasonable, illogical and self centered;
Forgive them anyway.

If you are kind, people may accuse you of selfish, ulterior motives;
Be kind anyway.

If you are successful, you will win some false friends and some true enemies;
Succeed anyway.

If you are honest and frank, people may cheat you;
Be honest and frank anyway.

What you spend years building, someone could destroy overnight;
Build anyway.

If you find serenity and happiness, they may be jealous;
Be happy anyway.
The good you do today, people will often forget tomorrow;
Do good anyway.

Give the world the best you have, and it may never be enough;
Give the world the best you’ve got anyway.

You see, in the final analysis, it is between you and your God;
It was never between you and them anyway.


Dalam rangkap terakhir puisi beliau disebutkan, di pengakhiran hidup kita, segalanya adalah antara kita dan pencipta kita sendiri, tidak melibatkan orang lain pun.
Bila rakan-rakan sudah dijadikan tempat bergantung….
Siapakah yang lebih sempurna untuk dicari keredhaannya? Allah yang Maha Sempurna dan Maha Kekal, ataupun manusia yang serba kekurangan ni ???!!

“Sesungguhnya barangsiapa yang mencari redha Allah sedangkan manusia murka, maka Allah akan cukupkan baginya akan segalanya di dunia ini. Tetapi barangsiapa yang mencari keredhaan manusia dalam keadaan Allah murka, maka Allah menyerahkan nasibnya pada manusia.”


Fikir-fikirkanlah.
Kepada sahabat-sahabat yang disayangi, teruskanlah berjuang. Marilah kita sama-sama berusaha mencari keredhaan Allah, tapi hubungan kita dengan manusia juga perlu dijaga. (Pesanan untuk diri sendiri)..

credits to http://www.ataphijau.com/2009/11/17/redha-allah-vs-redha-manusia/

chip*chip ; hehehe sudah lama tidakku update blog, bukan niat ingin menyepi..moga kita sama-sama sentiasa berusaha menjadi orang yang soleh dan musleh inshaAllah, ameenn!! ^^

Thursday, July 15, 2010

Perbuatan Jahiliyyah berulang

Masa Depan Generasi Muda Islam




Apa yang bakal saya tulis mungkin terlalu idealistik, boleh jadi sukar dihadam oleh para pembaca. Apa yang ingin saya sampaikan bukanlah tentang ungkitan hari semalam, tetapi jangkauan hari esok. Siapa tahu apa akan terjadi pada kita nanti? Ketidakpastian tentang masa depan menjadikan hidup ini sangat mencabar. Kita berjalan di dalam gelap yang kian mencerah hari demi hari. Apa yang kita tidak pasti tentang diri kita 10 tahun yang dulu, kini kita telah mendapat jawapannya. Apa yang kita tertanya-tanya tentang diri kita pada 10 tahun akan datang, kita harus terus berlalu agar jawapan itu kita ketemu. Apa yang kita nampak dan lihat, itu adalah kejadian sekarang. Masa depan tiada siapa yang pasti.

Namun Allah itu Maha Indah. Menciptakan perjalanan alam yang begitu mempesonakan. Ada konsep Cause and Effect. Kita akan dibalas sesuai dengan apa yang kita beri. Ertinya realiti keadaan hidup pada hari ini adalah unjuran daripada segala aktiviti yang lalu. Dan segala perbuatan hari ini bakal mengundang kesan pada hari esok. Ya, memang kita tidak pasti, dan sukar untuk mengerti masa depan kita. Namun ketahuilah, kelalaian kita dalam merenung masa depan akan menjadikan kita manusia yang berbuat sewenang-wenangnya. Mungkin jangkauan kita kurang tepat, namun sikap mengambil peduli dan berfikiran jauh menjadikan kita lebih berhati-hati.

Ini bukan soal menilik nasib Umat dan melontarkan sewenang-wenangnya tanggapan mengikut suka hati, tapi apa yang saya cuba lakukan ialah membawa kita merenung keadaan masyarakat hari ini dan merelatifkannya dengan masa depan, mungkin 10 tahun lagi, atau 20 tahun lagi. Saya cuba menimbulkan persoalan yang harus difikirkan bersama. Ini juga bukan soal melihat dunia daripada sudut pandang yang negatif, lalu terus memberikan kesimpulan yang menutup pintu perubahan, tetapi ini adalah soal melontarkan realiti dan mencari solusi.



Apa yang sedang berlaku dalam masyarakat kita pada hari ini mirip apa yang pernah terjadi dalam kehidupan masyarakat Jahiliyyah Arab. Tidak keterlaluan jika disebut sebagai Jahiliyyah Moden. Intelektual dan kejahilan wujud bersama dalam sebuah masyarakat, intelek dalam urusan keduniaan, jahil dalam urusan agama dan akhlak. Binaan dan runtuhan juga wujud sekali, terbinanya bangunan tinggi di atas runtuhan akhlak.

Kalau dahulu masyarakat Jahiliyyah terkenal dengan perbuatan menanam anak perempuan yang baru lahir, hari ini bukan setakat anak perempuan, dan bukan setakat tanam. Ada yang menghumban ke dalam air sungai, ada yang membiarkan dalam mangkuk tandas, ada yang membuang dalam tong sampah begitu sahaja. Kalau masyarakat Jahiliyyah dulu memperdagangkan wanita dan merendahkan martabat wanita, hari ini juga berlaku. Wanita dijadikan bahan pemuas nafsu, ada yang dirogol, dibunuh, dijual, disimpan, ditukar ganti sesuka hati. Bahkan dilakukan dengan pelbagai cara yang lebih kejam dengan bantuan alat teknologi. Gambar lucah disebarkan di sana-sini, wanita bertelanjang menjadi paparan di mana-mana.




Mudah bicaranya, perbuatan jahiliyyah berulang, dan semakin bertambah genre dan cara melakukannya. Generasi muda antara golongan yang menjadi pelaku aktif kepada perbuatan-perbuatan sebegini. Ya, Generasi Muda Islam. Bukan semua, tetapi kebanyakannya. Ini memberi impak secara langsung kepada masyarakat umumnya, kerana generasi muda adalah penggerak kepada masyarakat. Jika inilah realitinya, ke manakah arahnya masyarakat akan digerakkan? Bagaimanakah dengan nasib anak-anak yang baru lahir, generasi yang baru melihat dunia? Apakah mereka akan berpeluang hidup tanpa noda dan penuh didikan agama jika generasi muda sedia ada begitu daif dan tak mampu memberi? Tak mampu mendidik apatah lagi membawa perubahan.




Apabila saya menyebut tentang masa depan generasi muda kini, ia bererti keadaan masyarakat setelah generasi muda ini menjadi golongan tua dan ada pula generasi muda baru di bawah mereka. Jika generasi muda sedia ada sudah begini gayanya, apakah harapan kita tentang generasi baru yang akan dibentuk oleh mereka nanti? Bagaimanakah seorang ibu yang minah rempit dan jahil dalam pelbagai sudut kehidupan hendak mendidik anaknya menjadi baik dan soleh? Bagaimana pula seorang ayah yang juga seorang perogol nak membentuk anaknya menjadi beriman? Bagaimana ibu-ibu yang pakaiannya tak cukup kain, nak menyuruh anaknya menutup tubuh dan memelihara kehormatan? Bagaimanakah seorang ibu dan ayah yang tak tahu membaca Al-Quran, nak mendekatkan diri anaknya kepada Al-Quran dan kepada Tuhan?

Bagaimana dan bagaimana…persoalan itu terus berkembang sehingga kita sedar bahawa masa depan kita nampak kelam. Untung sabut timbul, untung batu tenggelam.

“Tak apa, kita muda lagi, enjoy la dulu”

Terpulang, enjoy lah, setakat mana yang kita mampu, kalau itu yang kita nak. Kelak jangan menyesal di masa depan, dan jangan salahkan generasi yang baru lahir jika mereka lebih rosak daripada generasi muda sedia ada. Persoalannya, apakah kerosakan generasi hari ini kerana kelalaian golongan tua kini, ketika mereka muda dahulu? Kalau ada seorang pakcik berbicara penuh semangat “generasi muda hari ini dah rosak!”, cuba tanyakan padanya, “apa yang telah pakcik lakukan sampai sebegini rosak generasi kini?”

Saya telah lontarkan, sekarang kita fikirkan. Pasti ada penyelesaian. Pasti ada jalan penyelamatan.




~xingt article ni dr mana,moga dapat manfaat~

Saturday, July 10, 2010

Jika belum bersedia, Cinta ia dalam "DIAM"

Bila belum siap melangkah lebih jauh dengan seseorang, cukup cintai ia dalam diam ...
karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya ...
kau ingin memuliakan dia, dengan tidak mengajaknya menjalin hubungan yang terlarang, kau tak mau merusak kesucian dan penjagaan hatinya..

karena diammu memuliakan kesucian diri dan hatimu.. menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merusak izzah dan iffahmu ..

karena diammu bukti kesetiaanmu padanya ..
karena mungkin saja orang yang kau cinta adalah juga orang yang telah ALLAH swt. pilihkan untukmu ...

ingatkah kalian tentang kisah Fatimah dan ALi ??
yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan ...
tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah ....
.............

karena dalam diammu tersimpan kekuatan ... kekuatan harapan ...
hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan itu menjadi nyata hingga cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata ...
bukankah Allah tak akan pernah memutuskan harapan hamba yang berharap padanya ??

dan jika memang 'cinta dalam diammu' itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata,
biarkan ia tetap diam ...

jika dia memang bukan milikmu, melalui waktu itu Allah akan menghapus 'cinta dalam diammu' itu dengan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang tepat ...

biarkan 'cinta dalam diammu' itu menjadi memori tersendiri dan sudut hatimu menjadi rahasia antara kau dengan Sang Pemilik hatimu ...

Simpanlah dalam hati(SIMPATI) saja semua rasa yang ada..
Jika memang Ia menjadi Milikmu.. itu adalah hadiah kecil yang diberikan ALLAH atas setiap doa Tulus yang engkau panjatkan kepadaNya..
Tapi jika dia menjadi milik Orang lain.. bersabarlah.. karena ALLAH akan memberikan Yang terbaik untukmu..
Yakinlah bahwa engkau telah melakukan kebenaran dengan "DIAM"mu..


http://khamzalia.blogspot.com/

chip*chip ; cinta..fitrah manusia, hermm sesiapapun berhak memiliki cinta, namun perlulah bersyarat dan bersyariat. Cintakan Allah, cintakan Rasul..cinta dunia yg menipudaya..
“Cinta tu kena la dibina atas dasar keimanan. Jangan cinta mengawal keimanan kita. Tetapi keimanan kita yang mengawal cinta" - Hilal Asyraf
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...